Cara Bertanam Kacang Panjang. Kacang panjang adalah jenis tanaman kacang-kacangan yang buahnya berbentuk seperti tali yang panjang. Kacang panjang tumbuh menjalar dan melilit tiang junjungnya. Dan bukan merupakan tumbuhan yang menanam kacang panjang dapat berdiri tegak. Karena itu faktor penting dalam bertanam kacang panjang adalah menyiapkan junjung. Seperti halnya kacang buncis atau kacang-kacang sejenis lainnya, kacang panjang juga membutuhkan unsur hara nitrogen yang tinggi untuk dapat tumbuh secara maksimal. Budidaya kacang panjang tergolong sangat mudah. Untuk mengetahuinya, silah baca cara menanam kacang panjang di bawah ini.

Cara Bertanam Kacang Panjang

Seperti cara budidaya tanaman hortikultura lainnya, cara bertanam kacang panjang juga terdiri dari beberapa tahapan. Diantaranya adalah:

1. Persiapan Lahan

Siapkan lahan yang akan di tanami kacang panjang. Bersihkan rumput liar atau gulma dari lahan. Gemburkan tanah dengan cara membajak atau mencangkulnya. Agar aerasi seimbang gemburkan gemburkan tanah sedalam 15 cm ke 22 cm supaya nantinya akar dapat tumbuh dengan baik. Buat guludan atau bedengan dengan ketinggian 30 cm untuk lahan sawah dan 20 cm untuk lahan tegalan. Tipe bedengan terserah anda. Jika ingin bedengan 2 jalur maka lebar bedengan antara 100 – 120 cm. Sedangkan bedengan 2 jalur lebarnya 60 – 70 cm. Jangan lupa buat parit diantara bedengan dengan lebar 40 cm.

Setelah pembuatan bedengan selesai, lakukan pengukuran pH tanah. Jika pH tanah terlalu tinggi maka lakukan pengapuran. pH tanah yang tepat untuk tanaman kacang tanah antara 5,5 – 6,5. Setelah pengapuran lakukan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos (100 kg/ha) dan pupuk NPK (10 kg/ha). Untuk mencegah penyakit karena mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, tambahkan Natural GLIO saat penaburan pupuk kandang. Untuk mencegah hama dan penyakit dapat juga di lakukan sterilisasi lahan dengan menggunakan Basamid 3G. langkah ini lebih efektif untuk mencegah hama ulat tanah, cacing tanah, gulma, dan cendawan. Strelisisai tanah dapat di lakukan bersamaan dengan penaburan pupuk kandang.

2. Penanaman

Penanaman kacang panjang dilakukan secara langsung. Benih dapat di beli di toko pertanian atau di peroleh dari biji kacang panjang yang sudah tua dan dalam keadaan yang baik (bebas hama, biji gemuk dan tidak keriput). Cara menanam benih kacang panjang dilakukan dengan cara di tugal. Setiap lubang dapat di isi denga 2 atau tiga benih dengan jarak tanam antara 50 cm x 30 cm tergantung varietas dan tipe bedengannya. Setelah benih masuk kedalam lubang, tibun dengan tanah yang gembur lalu siram dengan air secukupnya.

3. Perawatan

Tahap perawatan tanaman meliputi beberapa hal, yaitu:

  • Penyiraman, penyiraman sebaiknya di lakukan setiap hari pagi dan sore, kecuali hari hujan. Jangan terlalu basah dan jangan pula terlalu kering.
  • Pemupukan, di lakukan ketika tanaman sudah berumur antara 15 – 20 hari. Pupuk yang di berikan dapat berupa Urea, KCL atau pun TSP dengan dosis: urea 100kg/ha, pupuk TSP 200kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.. Untuk merangsang pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan dapat di tambahkan pupuk organik cair seperti POC Nasa.
  • Pemasangan lanjaran/turus atau junjung. Junjung dapat di buat dari bilah bambu atau kayu pancang sepanjang 2 meter. Cara memasang junjung adalah dengan menancapkan lenjeran disekitar tanaman. Satu lenjeran untuk satu lubang tanam. Setelah lenjeran ditancapkan, gabungkan 4 ujung lenjeran yang saling berdekatan lalu ikat dengan tali agar dapat berdiri kokoh. Lakukan hal yang sama pada seluruh tanaman hingga semua tanaman mempunyai junjung untuk tempatnya menjalar. Pemasangan lanjaran dilakukan setelah tanaman berumur 2 minggu atau mencapai tinggi kira-kira 25 cm.
  • Penyiangan di lakukan untuk mengendalikan rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan ini berguna untuk mencegah persaingan antara tanaman dan gulma dalam memperebutan nutrisi.
  • Pemangkasan dilakukan ketika tanaman berumur 25 hari setelah tanam. Tujuan pemangkasan adalah untuk merangsang pembentukan cabang baru agar tanaman dapat berbuah lebih banyak.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit sering menjadi penyebab utama tanaman kacang panjang gagal panen atau panen tidak maksimal. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang beragam. Diantaranya:

Hama Tanaman kacang panjang: Penyakit tanaman kacang panjang:
  • Kutu hitam dan kutu putih,
  • Kepik daun,
  • Penggerek polong,
  • Ulat grayak,
  • Kutu daun
  • Penyakit karat
  • Penyakit Cescospora (bercak daun)
  • Penyakit Antraknose
  • Penyakit mozaik
  • Penyakit sapu
  • Layu bakteri

Pencengah hama dan penyakit tanaman kacang panjang dapat di lakukan dengan perbaikan drainase dan rotasi tanaman. Sedangkan penanganan harus di lakukan dengan penyemprotan pestisida yang jenisnya tergantung dari hama dan penyakit yang di derita tanaman kacang panjang tersebut.

5. Pemanenan

Pemanenan bisanya sudah dapat di lakukan ketika kacang panjang sudah berbuah atau setelah tanaman mencapai usia 45-50 hari. Panen dapat di lakukan beberapa kali tergantung pada tingginya produktivitas tanaman bahkan pada satu kali siklus tanaman ada yang di panen hingga 15 – 18 kali. Varietas yang baik dapat menghasilkan kurang lebih 30 ton kacang panjang per hektarnya. Cara memetik kacang panjang dapat di lakukan dengan 3 cara,  yaitu:

  • Mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah,
  • Memutar buah hingga terlepas dari tangkainya,
  • Memotongnya tangkai buah dengan gunting stek.

Ketiga cara ini dilakukan untuk menghindari kerusakan pada bunga atau buah yang belum siap panen. Karena biasanya bunga dan buah pada tanaman kacang muncul secara berangsur-angsur.