Menurut Piliang Wiranda G dan Soewondo Djojosoebagio A.H. 2006. Fisiologi Nutrisi Volume 1. Bogor: IPB Press, Skor asam amino atau sering di sebut Chemical score merupakan suatu cara penilaian kualitas protein yang berdasarkan pada analisis bahan-bahan makanan, jadi tidak berdasarkan pada percobaan secara biologis dengan hewan-hewan percobaan. Skor asam-asam amino membandingkan kandungan asam-asam amino esensial dalam protein suatu bahan makanan atau dalam suatu campuran protein dengan asam-asam amino esensial dalam standar protein yang ditentukan oleh FAO/WHO (1973). Skor formulasi asam amino ditentukan sebagai berikut:

Penentuan skor formulasi Asam Amino

Skor asam amino protein yang dites ditentukan dalam kandungan terendah asam amino, yang dibandingkan dengan asam amino sama dalam protein standar. Misalnya protein kacang kedelei mengandung asam amino dengan gugus sulfur, methionin dan sistin, yang merupakan asam-asam amino esensial terdapat dalam jumlah terendah dibandingkan dengan asam amino dalam protein standar.

Pada umumnya lisin, threonin dan asam amino dengan gugus sulfur merupakan asam-asam amino dalam bahan makanan. Cara penilaian kualitas protein dengan skor asam amino memberikan hasil setara dengan penilaian secara biologis.Konsep adanya asam-asam amino pembatas mempunyai beberapa kegunaan praktis. Misalnya diperlukan untuk merancang ransum untuk orang-orang yang hanya memakan sayuran (vegetarian) (Piliang 2006).

Setiap jenis protein memiliki tingkat yang berbeda ketersediaan hayati (BA) ke tubuh manusia. Metode telah diperkenalkan untuk mengukur pemanfaatan protein dan tingkat retensi pada manusia. Mereka termasuk nilai biologis, pemanfaatan protein bersih, dan PDCAAS (Protein dicerna terkoreksi Skor Asam Amino) yang dikembangkan oleh FDA sebagai perbaikan atas Protein Efisiensi Rasio (PER) method. Metode ini memeriksa protein yang paling efisien digunakan oleh tubuh.

Pada umumnya mereka menyimpulkan bahwa protein hewani lengkap yang mengandung semua asam amino esensial seperti susu, telur, dan daging adalah nilai sebagian besar tubuh. Perlu dicatat bahwa tidak semua protein adalah sama dicerna. Protein dicerna Corrected Amino Acid Score (PDCAAS) adalah metode penilaian kualitas protein berdasarkan persyaratan asam amino manusia.

Skor asam Amino di perlukan untuk melihat keseimbangan Nitrogen.